BI: Penurunan BI Rate Pangkas Ongkos Biaya Berutang

0
31
Bank Indonesia (Foto : Istimewa)

EKBIZ.ID –  Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), Kamis 18 Juni 2020,  memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau 7 Days Reverse Repo Rate (7DRR) sebesar 25 basis poin dari 4,5% menjadi 4,25% pada bulanJuni 2020.

Dalam kesempatan yang sama, BI juga memangkas suku bunga deposit facility dan bunga lending facility, masing-masing turun 25 bps menjadi 3,5% dan 5%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut, sejak Juli 2017 sampai Juni 2020, bank sentral Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan atau 7DRR sebesar 175 basis poin sehingga suku bunga acuan BI kini di level 4,25%.

Efek dari penurunan ini telah memangkas biaya modal atau cost of capital, baik itu untuk suku bunga kredit, imbal hasil surat utang negara, serta yield atas penerbitan obligasi korporasi.

“Efeknya nampak dari turunnya biaya modal atau cost of capital, bagi kredit serta biaya penerbitan surat utang negara, serta surat utang korporasi. Ini adalah kontribusi dari kebijakan penurunan suku bunga BI,” ujar Perry, Kamis 18 Juni 2020.

Pada periode yang sama, yakni sejak Juli 1999-Juni 2020, suku bunga pasar uang antar bank (PUAB) overnight turun 152 basis point (bps). Tak hanya itu saja, JIBOR atau rata-rata dari suku bunga indikasi pinjaman tanpa  juga turun 125 bps.

“Ini artinya, penurunan suku bunga acuan juga diikuti diikuiti di pasar uang,” jelas Perry.

Baca Juga:  Untuk Mengurai Benang Kusut Perekonomian, Kemenkeu Tempatkan Uang Rp 30 Triliun Di Bank BUMN

Pemangkasan suku bunga acuan, dalam catatan Perry juga turun. Suku bunga simpanan dari Juli 2019 sampai Juni 2020 sudah turun 99 bps. Meski diakui BI, penurunan suku bunga simpanan ada banyak factor yang mempengaruhi, mulai dari preferensi masyarakat, persaingan antarbank, kebutuhan likuiditas.

Adapun, suku bunga kredit bank juga sudah turun  69 bps. “Masih ada ruang suku bunga kredit bank turun. Inilah kenapa Bank Indonesia terus mendorong suku bunga turun dengan membuat likuiditas  berlebih,” jelas Perry.

Tak hanya itu saja. Data BI juga menyebut, suku bunga surat utang negara dengan tenor 1 bulan juga turun 120 bps sepanjang Juli 2019-Juni 2020.

Yield atau imbal hasil atas penerbitan obligasi korporasi juga turun. Dengan rating AAA, biaya penerbitan obligasi korporasi yang tercermin dalam suku bunga obligasi turun 59 bps.

Walhasil, “Efeknya jelas, bahwa BI rate tak hanya menurunkan bunga pasar uang, bunga kredit  juga menurunkan biaya penerbitan SBN. Cost of capital kredit, anggaran dan biaya korporasi turun,” ujar Perry. (kontan)