RI Impor Gula, Kenapa?

0
115

EKBIZ.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum memberikan kepastian berapa jumlah impor yang disetujui terkait pengajuan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/RNI yang mengajukan kuota impor gula mentah (raw sugar) sebanyak 250 ribu ton.

Dilansir dari cnbcindonesia.com Direktur Utama RNI Eko Taufik Wibowo mengatakan permintaan impor ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan gula di dalam negeri yang sudah terjadi dan memenuhi permintaan untuk puasa dan lebaran April-Mei 2020.

“Kita ajukan sekitar 250 ribu ton. Jadi, kasus gula itu memang agak langka di pasaran, bukan berarti nggak ada, itu ada. Harga masih normal. Tapi spekulasi berita izin belum keluar, membuat pedagang itu terus ya biasalah Indonesia, jadi nggak usah panik karena gula ada,” kata Eko di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Dia memaparkan, ketersediaan stok gula di RNI masih cukup untuk cadangan dan melakukan operasi pasar. Namun untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mulai bulan depan sehingga dirasa perlu melakukan impor gula.

“Jadi untuk antisipasi itu makanya RNI dan Bulog mengajukan impor, karena kita BUMN pasti bertanggung jawab dengan operasi pasar kebutuhan-kebutuhan ini harus dipenuhi, yang mengatur kemendag jadi kita tunggu aja,” ucapnya.